| Polres Malang Kota Siapkan Langkah Hukum atas Transkrip Yuni Shara Petinggi Polisi |
diam-diam polres malang kota mempersiapkan upaya hukum untuk menyikapi beredarnya transkrip percakapan pesan singkat antara orang yang diduga yuni shara dengan petinggi polisi yang diduga merupakan akbp teddi minahasa.
kasubag humas polres malang kota akp dwiko gunawan mengatakan, kebenaran transkrip yang tersebar saat persidangan praperadilan raffi ahmad dengan bnn itu masih dipertanyakan.
"jika tidak benar, itu namanya pencemaran," ucapnya ditemui di kantornya di jalan jaksa agung suprapto, malang, jawa timur, kamis (7/3/2013).
petinggi polisi yang tercantum di transkrip pembicaraan tersebut diduga merupakan kapolres malang kota teddi minahasa.
namun dwiko menegaskan siap mengambil langkah hukum karena sudah masuk dalam pencemaran nama baik.
"ini kan negara hukum, kalau terjadi pencemaran, ya ada risikonya," tegas dwiko.
sementara akbp teddi minahasa belum memberikan keterangan secara langsung terkait beredarnya transkrip itu.
berulang kali dihubungi melalui telepon genggamnya tidak mendapat jawabanteddi juga semakin sulit ditemui pasca selabaran transkrip percakapan pesan singkat itu muncul di media massa.
"tadi disampaikan pak kapolres lagi ada giat ke mana, saya belum paham pasti," ujar dwiko saat dikonfirmasi agenda kegiatan teddi minahasa.
sebelumnya, selebaran transkrip yang diduga yuni shara dan teddi tersebar saat sidang praperadilan raffi ahmad di hari pertama.
pada selebaran itu, yuni bertukar pesan dengan teddi terkait adanya pesta narkoba di rumah raffi di lebak bulus, jakarta selatan.
orang yang diduga yuni menginformasikan kepada teddi sekitar akhir november.
namun patut dicurigai, selebaran itu tiba-tiba saja muncul di ruang sidang praperadilan raffi seolah memang sengaja disebar untuk menyudutkan yuni shara dan petinggi polisi tersebut.
sejauh ini bnn juga membantah pihaknya menggerebek kediaman raffi karena laporan yuni shara.
bnn menegaskan pihaknya melakukan tindakan penangkapan raffi cs berdasarkan laporan sumber dan call center.
hingga kini juga belum diketahui siapa penyebar selebaran tersebut.
(kmb/mmu)
Sumber: hot[dot]detik[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.