Jumat, 12 Juli 2013

Man of Tai Chi: Sabar Menanti Pemunculan Iko Uwais




Man of Tai Chi: Sabar Menanti Pemunculan Iko Uwais
Man of Tai Chi: Sabar Menanti Pemunculan Iko Uwais





faktor apa yang membuat anda ingin menonton sebuah film?

man of tai chi, sejatinya bukan film yang saya nantikan.
sebagai pengasuh rubrik berita hiburan mandarin situs ini, saya mengikuti berita seputar man of tai chi sejak pra-produksi.
mulai keanu reeves yang mengemban tugas sebagai pemeran karakter antagonis dan sutradara, sampai zhang ziyi dan gong li yang kabarnya jadi kandidat pemeran utama perempuan (ternyata jatuh pada karen mok--red).

hal-hal ini belum menarik minat saya untuk menonton.
sampai iko uwais diberitakan ikut terlibat dalam film produksi bersama universal pictures, village roadshow, china film co dan wanda media ini.
apalagi situs hiburan hong kong oriental daily sempat memuat foto iko berpose dengan simon yam.
meski tahu iko bukan pemeran utama, saya tetap penasaran melihat aksi aktor the raid itu di film produksi bersama amerika serikat, china, dan hong kong itu.

**
ada tiga karakter penting dalam man of tai chi.
satu, donaka mark (keanu reeves), pemilik perusahaan keamanan di hong kong yang punya bisnis sampingan: mengadakan pertujukan fighting ilegal.
dua, opsir jing si (karen mok), polisi hong kong yang telah lama berniat menggerebek bisnis ilegal donaka, namun belum mendapat cukup bukti.
tiga, chen lin hu alias tiger (tiger chen), pria yang sehari-hari berprofesi sebagai kurier di beijing yang mengembangkan gerakan tai chi sebagai bela diri.

aksi tiger di arena wulin wang championship, pertandingan resmi, memukau donaka.
lewat anak buahnya, donaka berhasil membuat tiger tanpa ia sadari mengikuti audisi menjadi petarung donaka.
tiger mulanya enggan memakai seni bela diri tai chi sebagai lahan mencari uang.
tiger berubah pikiran setelah kuil tempat gurunya mengajar ilmu tersebut terancam dirobohkan pemerintah karena bangunan tersebut dianggap sudah tua dan beresiko ambruk.

tiger pun menerima tawaran donaka.
bertarung demi uang perlahan mengubah kepribadian tiger yang mulanya kalem dan bijak, menjadi ambisius dan emosional.

tanpa tiger sadari, gerak-geriknya diawasi oleh jing si.

**
menyaksikan tiger bertanding dari satu arena ke arena lain, sedikit banyak mengingatkan saya pada bloodsport (1988, jean claude van damne).
tentu saja disesuaikan dengan era teknologi sekarang.
"kejuaraan" yang diikuti tiger, adalah tayangan pay per view yang disiarkan melalui internet ke kalangan tertentu di berbagai negara.

masalahnya, sosok tiger chen selaku sang petarung, kurang karismatik melakoni karakter protagonis utama.
pemain utama mungkin tidak harus ganteng, namun tentu harus punya karisma, entah akting yang memukau, aura kebintangan yang kuat, atau faktor x lain untuk membuat audience mengaguminya.
hal ini tidak dimiliki tiger, yang pemunculannya lebih banyak ketimbang reeves atau mok.

kemajuan teknologi dan kemewahan coba diusung man of tai chi, namun jatuhnya malah berlebihan.
mudahnya donaka mendapat mobil mewah, menyewat jet dan helikopter pribadi.
seolah beijing dan hong kong milik donaka.
lihatlah anak buah donaka yang menguntit dan memasang banyak kamera pengintai di sekitar tiger.
di kamar kos tiger yang sempit saja ada tiga kamera pengintai.


Source from: tabloidbintang[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.