Rabu, 15 Januari 2014

Banyak Naskah Buku Ditolak, Anak Muda Ini Bikin Usaha Penerbitan Mandiri




Banyak Naskah Buku Ditolak, Anak Muda Ini Bikin Usaha Penerbitan Mandiri
Banyak Naskah Buku Ditolak, Anak Muda Ini Bikin Usaha Penerbitan Mandiri





ada banyak cara seseorang menumpahkan ide dan perasaan.
paling mudah dengan menulis.
entah medianya berupa buku diary, media massa, atau membuat buku untuk diterbitkan pada khalayak.
poin ketiga tadi kini sedang booming.
orang seperti berlomba punya karya buku sendiri.
apapun bisa ditulis.
mulai genre fiksi, non fiksi, hingga teenlit sekalipun.
sebagai wujud eksistensi? sah-sah saja.
yang jadi masalah, jumlah penerbit besar masih terbatas dan tidak semua naskah diterima.
terutama lantaran tidak sesuai standar mutu.
kalau buku yang dijual tidak laku, siapa paling rugi? tentu penerbitnya sendiri.
nah, situasi tersebut lantas dimanfaatkan oleh mereka yang membuat perusahaan penerbit mandiri, atau self publishing.
tak lain agar semua orang bisa membuat buku.
detikhot bakal mengupas seluk beluk penerbit mandiri, juga penulis yang pernah menerbitkan bukunya di jalur ini.
seperti apa? simak laporan berikut.
*****suatu senja di pertengahan 2008, anindra saraswati, 26 tahun, membaca puluhan naskah 'terbuang'.
ini hal biasa yang dilakukan seorang staf penerbitan buku di yogyakarta.
boleh membaca, tapi tidak memutuskan apakah layak terbit atau tidak.
  next »




halaman
12


next »



(fip/utw)
Sumber: hot[dot]detik[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.