| Kelenteng Jin de Yuan, Saksi Sejarah Etnis Tionghoa di Jakarta |
kelenteng tertua di jakarta, jin de yuan yang kini berusia 367 tahun merupakan saksi sejarah bagi perkembangan masyarakat tionghoa di kota ini.
ia juga pernah dirusak, dibakar, dan dipugar kembali demi tetap lestari.
"ia sudah menjadi saksi bisu apa yang terjadi terhadap warga tionghoa di jakarta," ujarnya pengurus kelenteng, yu ie kepada detikhot akhir pekan lalu.
yu ie juga menceritakan jika kelenteng ini pernah ikut dirusak dan dibakar saat peristiwa pembantaian warga tionghoa terbesar sepanjang sejarah pada oktober 1740 silam.
saat itu mengakibatkan terbunuhnya 10 ribu jiwa tak berdosa.
kini, dikenal dengan nama tragedi pembantaian angke.
pada 1755, bangunan kelenteng ini pun sempat dipugar oleh kapten oei tjhie.
dalam buku 'klenteng-klenteng dan masyarakat tionghoa di jakarta' karya ci.
salmon dan d.
lombard yang diterbitkan yayasan cipta loka caraka mengatakan pada abad ke 18, ada 18 orang biksu yang tinggal di dalamnya.
di sana juga disebutkan antara tahun 1860 dan akhir abad ke 19 ada 14 kelenteng yang dibangun.
sayangnya tidak ada batu peringatan maupun tulisan untuk mengetahui sejarahnya.
next »
halaman
12
next »
(tia/utw)
Sumber: hot[dot]detik[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.