| 63 Film Dokumenter Fiksi Siap Tayang di South to South Film Festival |
south to south film festival (stos) untuk kelima kalinya menggelar festival film bertema lingkungan dan kerusakan ekologi yang terjadi di indonesia dan negara selatan-selatan yang merupakan negara berkembang.
lebih dari 63 film documenter dan fiksi dari berbagai negara dan indonesia akan tayang pada tanggal 14–18 maret 2014 di goethe institute dan kineforum, jakarta.
south to south film festival 2014 mengangkat tema “o’balihara : memelihara harapan bagi nusantara”.
o’balihara berasal dari bahasa suku kei di maluku tenggara yang memiliki arti “pelihara”.
tema ini diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk terus memelihara alam demi terwujudnya kepedulian sosial, kesadaran politik, dan kebersamaan yang seharusnya menjadi nilai-nilai yang hakiki bagi setiap individu.
festival ini akan dimeriahkan oleh stand up comedy (ernest prakasa & arie kriting), diskusi film, pameran “o’balihara” yang menampilkan produk lokal unggulan dan penampilan jazz hijau.
stos juga menayangkan film khusus anak dan mendatangkan pm toh, pendongeng dari aceh untuk memeriahkan acara stos film festival 2014.
south to south film festival dibuka oleh direktur stos film festival 2014, voni novita, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan konsorsium sdr abet nego tarigan dan penampilan jamaica cafe dengan music acapela-nya.
stos film festival 2014 dibuka dengan penayangan film 'even the rain', nominasi oscar untuk film asing pada 2012.
film spanyol karya iciar bollain berdasarkan kenyataan nyata; perang air di bolivia april 2000.
'even the rain' menceritakan proses produksi film tentang christopher columbus mengusai amerika selatan dalam perebutan emas.
tapi dalam proses produksi film, tim produksi malah menemukan kenyataan pahit tentang pertempuran antara warga bolivia dan perusahaan air minum memperebutkan air sebagai sumber kehidupan.
film karya yusuf radjamuda yang berjudul 'wrong day' dan film 'lawuh boled' karya misyatun juga akan diputar pada pembukaan south to south film festival 2014.
lawuh boled menceritakan fakta ketika ketika ubi menjadi pilihan terakhir warga miskin yang tidak mendapat jatah raskin.
'wrong day' menceritakan mengenai percakapan yang terjadi antara polisi dan kriminal ketika tertangkap di hari pertama polisi tersebut bertugas.
percakapan yang akhirnya membahas permasalahan pribadi yang dialami oleh polisi dan si kriminal saat itu.
south to south film festival diselenggarakan sejak 2006 dan menjadi satu-satunya festival di indonesia yang fokus pada isu lingkungan dan kerusakan ekologi.
dalam setiap penyelenggaraannya selalu dibuka ruang diskusi antara publik, pembuat film, dan pegiat lingkungan untuk penyadaran kritis kepedulian terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim.
tujuan akhir penyelenggaran festival ini adalah bermunculannya dukungan publik terhadap perlawanan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam di indonesia.
(ich/ich)
Sumber: hot[dot]detik[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.