Selasa, 04 Maret 2014

99 Cahaya di Langit Eropa Part 2 Lebih Banyak Konflik dan Tetap Inspiratif




 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2  Lebih Banyak Konflik dan Tetap Inspiratif
99 Cahaya di Langit Eropa Part 2 Lebih Banyak Konflik dan Tetap Inspiratif





'99 cahaya di langit eropa part 2' akan menjawab harapan sebagian penonton di film pertama.
hadir dengan konflik yang lebih variatif, film arahan sutradara guntur soeharjanto itu tetap mempertahankan cirinya sebagai film inspiratif.
pergolakan antara khan (alex abad) dan stefan (nino fernandes) mengambil porsi yang lebih banyak dari film pertama.
penonton akan diperlihatkan latar belakang keluarga khan di pakistan, dan alasan yang mendasari pandangannya selama ini tentang aturan agama yang ia pegang teguh.
di sisi lain, stefan masih menuhankan logikanya.
perdebatan antara kedua karakter tersebut kembali ditengahi oleh rangga (abimana aryasatya) yang memiliki pemikiran terbuka, namun tetap memegang prinsip.
"yang menarik dari film ini karena memiliki persoalan-persoalan universal yang menarik.
saya salut dengan produser dan sutradara karena sejak pertama mau open soal perbedaan agama.
film memperlihatkan tokoh yang berbeda hidup berdampingan dengan damai," kata aliem sudio sang penulis skenario.
'99 cahaya di langit eropa part 2' juga mempertahankan cirinya lewat dialog-dialog inspiratif dari beberapa karakter utama.
bagaimana dari sebuah masalah, timbul pandangan-pandangan yang bermanfaat.
pertanyaan-pertanyaan soal konsep beragama yang selalu diungkapkan stefan juga mampu dijawab rangga dengan bijak tanpa menghakimi.
hal itu yang kemudian lebih bisa diterima dan dicerna stefan daripada pemikiran yang terlalu dipaksakan seperti yang dilakukan khan.
kehidupan hanum dan rangga juga mengalami konflik dengan hadirnya karakter maarja (marissa nasution).
'99 cahaya di langit eropa part 2' tayang di bioskop mulai 6 maret mendatang.



(ich/mmu)
Sumber: hot[dot]detik[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.