Senin, 10 Maret 2014

Aku Cinta Kamu : Bergantung pada Klise




  Aku Cinta Kamu : Bergantung pada Klise
Aku Cinta Kamu : Bergantung pada Klise





tren film omnibus rupanya masih hip di tahun ini.
belum lama ini film 'princess, bajak laut dan alien' garapan eko kristianto, alfani wiryawan, rizal mantovani, dan upi sempat ikut mengisi etalase bioskop di tanah air kita.
walau dibuat untuk segmen penonton yang berbeda, namun jelas film tersebut masihlah melanjutkan spirit yang sama dari beberapa pendahulunya semisal 'rectoverso', 'sanubari jakarta', 'kita vs korupsi', 'dilema', dan juga '3sum' yang beredar dua tahun belakangan ini.
ada beberapa alasan di balik terciptanya sebuah film omnibus, entah itu dilatarbelakangi idealisme para pembuatnya, atau juga karena terbatasnya budget produksi dan lain sebagainya.
yang paling menarik bagi penonton untuk menyaksikan film omnibus biasanya karena ragam film ini menawarkan banyak pilihan sutradara dan juga pemain, serta suguhan beberapa cerita yang berbeda yang bisa dinikmati dalam sekali duduk.
lalu, apa yang ditawarkan oleh omnibus terbaru bertajuk 'aku cinta kamu' ini?segmen pertama omnibus ini diisi oleh 'firasatku', disutradarai sekaligus dibintangi oleh acha septriasa ('love is cinta', 'bangun lagi dong lupus') sebagai sita, kekasih randu (rio dewanto, 'hello goodbye', 'modus anomali') yang dilanda rasa cemas di saat ia tengah mempersiapkan rencana pernikahan mereka.
randu cuek-cuek saja, bahkan terkesan tak peduli sama sekali dengan segala urusan tetek-bengek pra pernikahan mereka berdua.
menurut firasatnya, sita menduga bahwa randu berselingkuh dengan orang lain.
dalam debut penyutradaraannya ini, acha septriasa lumayan juga dalam mengeksekusi idenya; paling tidak, di menit-menit awal ia cukup berhasil membangun mood, juga menangkap saat-saat kebersamaan di antara sita dan randu jadi terasa dekat dan mengena.
hingga pada satu titik, serangkaian usahanya yang baik itu dirusak oleh satu adegan paling klise dalam sejarah dunia cerita mulai dari film, prosa, sampai sinetron buatan bangsa kita, yakni adegan sang tokoh ditabrak mobil! dan, dari sini rusaklah segala potensi yang dimiliki oleh paket film omnibus ini.
keempat kisah dalam omnibus ini ditulis oleh casandra masardi ('tampan tailor', 'get m4rried') berdasarkan empat lagu cinta karya piyu, dan unsur-unsur klise tadi dari yang paling klise yang pernah ada, disematkan juga dalam rajutan kisah di tiga sisa segmen lainnya.
dalam segmen 'cinta adalah', sutradara fajar nugros ('cinta brontosaurus', 'adriana') menampilkan kisah kasih raisha (eriska rein, 'cinta brontosaurus') yang tak sampai kepada tetangganya sendiri, kim (kim kurniawan, 'tendangan dari langit'), seorang pesepakbola asing yang tengah membangun kariernya di indonesia.
saat kim kurniawan mampu untuk tampil meyakinkan serta menarik perhatian dalam peran yang dimainkannya, arahan nugros beserta sejumlah aspek teknis lainnya malah membuat segmen ini jadi terlihat payah dan berantakan.
semua adegan yang melibatkan kim bermain bola dibuat seadanya saja, tak tampak usaha yang sungguh-sungguh bahkan untuk sekedar menggambarkan suasana berlatih bola dalam setting yang sepatutnya saja; nugros tak membuatnya jadi sesuatu yang bernilai.
bila memang hal ini jadi kendala yang tak bisa diatasi, lantas kenapa tak membuat tokoh kim ini jadi seorang guru native bahasa asing saja misalnya? toh, dengan begitu kisah masih dapat berjalan tanpa merusak plotnya.
bahkan bisa jadi lewat cara ini kisahnya bakal jauh lebih memikat, daripada ngotot ingin menampilkan gimmick dunia sepakbola yang pada akhirnya malah jadi cupu untuk kita saksikan.
  next »




halaman
12


next »



(mmu/mmu)
Sumber: hot[dot]detik[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.