| Dallas Buyers Club : Bertahan Hidup, Melawan, dan Meraup Untung |
"saya sekarat," kata matthew mcconaughey sebagai ron woodroof, koboi dari texas yang tidak hanya pecandu narkoba, tapi juga penggemar seks bebas dan anti-gay, kepada dokter di hadapannya.
waktu itu tahun 1985.
orang-orang masih belum seterbuka sekarang.
penyakit aids yang melanda dunia dan akhirnya memasuki daerah texas dan menyerang ron diasosiasikan sebagai penyakit para gay.
namun, ron yang straight tetap harus mendapatkan kejutan seperti tulisan "faggot blood" di rumahnya.
teman-temannya satu per satu menjauhinya.
woodroof yang divonis akan meninggal dalam sebulan, mencari segala cara untuk tetap hidup.
termasuk, pergi ke meksiko untuk bertemu dengan dokter vass (griffin dune) yang memberinya obat eksperimental yang ternyata mampu membuatnya bertahan lebih lama dari prediksi dokter sebelumnya.
seiring dengan banyaknya penderita aids di texas, keberhasilan itu menginspirasi ron untuk mengeruk rezeki dari obat eksperimental tersebut.
dengan bantuan dari rayon (jared leto), seorang druggie transexual, dimulailah petualangan ron yang akhirnya mengubah sejarah.
'dallas buyers club' adalah salah satu film yang dibuat dengan begitu sabar oleh para kreatornya.
dengan budget produksi 'hanya' $ 5 juta --bandingkan dengan budget film-film hollywood lain yang serupa-- dan dibuat selama lebih dari 20 tahun, film ini akhirnya terbayarkan dengan dua piala oscar, masing-masing untuk jared leto dan, terutama, matthew mcconaughey.
craig borten dan melisa wallack yang menulis skrip film ini dari tahun 90-an adalah salah satu alasan kenapa 'dallas buyers club' menjadi sebuah film drama yang tidak hanya menyentuh, namun juga bisa membuat anda terperangah.
dengan plot yang sederhana dan karakter yang begitu berwarna --terutama ron dan rayon-- borten dan wallack berhasil memberikan pondasi yang kuat untuk bangunan filmnya.
tangan dingin sutradara asal kanada, jean-marc vallee kemudian yang akhirnya membentuk film ini menjadi begitu kuat.
didukung dengan editing yang tangkas, kepiawaiannya mengarahkan aktor-aktor dalam film ini menjadi begitu bersinar.
matthew mcconnaughey akhir-akhir ini memang mengalami kejayaan dengan barisan film-filmnya yang keren seperti 'mud', 'magic mike', 'killer joe' hingga 'the wolf of wall street'.
tapi, di 'dallas buyers club'-lah kita melihat mengapa dia bisa menjadi lebih dari sekedar cowok ganteng di film-film romantic-comedy.
usahanya menguruskan badan sampai ke titik menyedihkan memang menjadi salah satu poin plus.
tapi, cara mcconaughey menyampaikan perasaannya lewat sorot matanya adalah alasan utama kenapa dia pulang membawa piala oscar tahun ini.
jared leto, frontman band rock 30 seconds to mars, yang sudah lama absen dalam layar perak juga melakukan hal yang sama gilanya dengan lawan mainnya.
sebagai rayon, jared tidak hanya menguruskan badannya namun juga rela menghilangkan semua bulu di seluruh tubuhnya.
dengan gerak-gerik tubuhnya yang begitu luwes, ia juga berhasil menunjukkan sisi rapuhnya ke tingkat ekstrem.
seperti adegan ketika rayon bersiap untuk mati.
anda akan trenyuh melihatnya.
next »
halaman
12
next »
(mmu/mmu)
Sumber: hot[dot]detik[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.