Tampilkan postingan dengan label SMS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 April 2013

DJ Verny Punya Bukti SMS dengan Denny Sumargo




DJ Verny Punya Bukti SMS dengan Denny Sumargo
DJ Verny Punya Bukti SMS dengan Denny Sumargo





dj verny terus berupaya untuk mendapatkan pengakuan dari denny sumargo sebagai ayah dari anak yang tengah dikandungnya.
setelah membeberkan bukti celana dalam yang tertinggal di apartemennya, verny siap membeberkan bukti lainnya.
apa itu?"ada bukti sms, hasil pemeriksaan kesehatan verny, hasil usg.
bukti-bukti yang sekarang belum bisa disampaikan.
bukti-bukti itu sangat berkaitan erat dengan laporan kami," ujar usin apdisyah putra, sh, kuasa hukum verny saat ditemui di reskrimum polda metro jaya, kamis (11/4/2013).
saat menjalani berita acara pemeriksaan (bap), verny disodori 23 pertanyaan.
ia mengungkapkan, pertanyaan yang diajukan terkait seputar hubungannya dengan pebasket tersebut.
meski merasa sedikit pusing, namun verny mengaku lancar menjalani bap hari ini.
"saya jawab pertanyaan soal perkenalan dari awal sampai akhir.
nggak ada kesulitan.
saya jawab apa adanya, cuma saya agak pusing sedikit karena capek dan kurang tidur," papar verny.

(doc/mmu)
Sumber: hot[dot]detik[dot]com

Kamis, 07 Maret 2013

Yuni Shara Juga Siap Perkarakan Transkrip SMS tentang Raffi Ahmad




Yuni Shara Juga Siap Perkarakan  Transkrip  SMS tentang Raffi Ahmad
Yuni Shara Juga Siap Perkarakan Transkrip SMS tentang Raffi Ahmad





setelah polres malang kota mengancam akan mengambil langkah hukum terkait beredarnya selebaran transkrip sms yang diduga antara yuni shara dengan kapolres malang kota, teddi minahasa, yuni shara juga ternyata siap memperkarakan hal yang sama.
menurut pengacara yuni, minola sebayang, pihaknya juga mempunyai keinginan akan memperkarakan hal tersebut ke mabes polri.
minola mengatakan, selebaran tersebut sudah secara otomatis memojokkan kliennya.
padahal selebaran transkrip sms tersebut menurutnya belum tentu benar adanya.
"siapapun bisa melakukan rekayasa semacam itu.
kenapa nggak berani muncul di sidang tersebut? ini kan tiba-tiba ada selebaran itu?," kata minola kepada detikhot, kamis (7/3/2013).
minola pun mengibaratkan perbuatan orang yang menyebarkan transkrip tersebut tak ubah orang yang hanya ingin membuang sampah karena tidak berani menampakkan diri.
"udah kayak seperti buang sampah.
nggak bedalah sama orang buang angin.
nggak gentleman," tudingnya.
ditambahkan minola, ia sepakat dengan penuturan bnn soal penangkapan raffi ahmad.
menurutnya, bnn memang tak mungkin sembarangan dalam menentukan target operasinya.
"bnn nggak mungkin sembarangan, lagi pula apa yang salah dari yuni? kalau pun memang benar yuni melaporkan pun itu apa salahnya? nggak ada salahnya," tandas minola.
selebaran itu pertama kali muncul di sidang praperadilan raffi ahmad di pn jakarta timur.
selain percakapan dua orang yang diduga yuni dan kapolres malang kota, teddi terkait laporan raffi, nomor ponsel sang perwira polisi juga tercantum dalam selebaran itu.
namun hingga kini tak jelas siapa orang yang menyebarkan selabaran transkrip tersebut.

(kmb/mmu)
Sumber: hot[dot]detik[dot]com

Rabu, 06 Maret 2013

Ini Tanggapan Pihak Yuni Shara Soal Transkrip SMS dengan Polisi




Ini Tanggapan Pihak Yuni Shara Soal Transkrip SMS dengan Polisi
Ini Tanggapan Pihak Yuni Shara Soal Transkrip SMS dengan Polisi





saat sidang praperadilan kasus narkoba raffi ahmad digelar pada selasa (5/3/2013), mendadak beredar selebaran kertas.
selebaran itu menampilkan pembicaraan yang diduga dilakukan yuni shara dengan polisi lewat sms.
berdasarkan pantauan detikhot, setumpuk selebaran itu diletakkan di salah satu sudut ruang sidang.
selebaran itu langsung menarik perhatian orang-orang yang hadir di pengadilan negeri jakarta timur.
selebaran itu pun memperlihatkan pembicaraan yang diduga dilakukan mantan kekasih raffi ahmad itu dengan petinggi polisi berinisial t pada 30 november 2012, sekitar pukul 13.
00 wib.
percakapan itu menggunakan 'bahasa walikan' khas arek malang.
dalam percakapannya, sosok yang diduga yuni mengungkapkan kepada sang polisi kalau di kediaman raffi yang berada di lebak bulus sering diadakan pesta narkoba.
tak hanya percakapan, nomor ponsel yang disebut polisi itu pun tercantum dalam selebaran itu.
berikut isi percakapan itu yang sudah diterjemahkan dalam bahasa indonesia:t: iya ada anak namanya rs itu siapa jeng? sering sms aku, tapi aku lupa yang mana anaknya.
y: arek malang india, setiap hari ke rumahnya anak kecil ini.
nama anda sering dibawa-bawa.
nah kita-kita kan kenal semua kalau di rumahnya itu markas segala macam.
t: oalah.
arek india yang gendut itu? cuma kenal aku sekali saja waktu naik moge ikut grup aku.
digerebek saja nanti rumahnya, hehehe.
y: segala macam di sana, dia langsung dari bd-bd, jualan, segala macam pokoknya di-stock.
arek-arek yang kemarin di sana sepedaan.
t: alamatnya di mana malang-nya? nanti saya intip, terus saya grebek.
y: lho, rumahnya raffi, rek.
t: rumahnya raffi di malang?y: jakarta, mas.
itu markas-markas arek-arek itu, arek india itu tiap hari di sana.
dia sering di jakarta.
segala macam mas.
t: oalah.
ok ok, sms saja alamatnya.
entar saya sikat pakai pasukan bnn.
saya sadap dulu.
y: gunung balong 1, lebak bulus 3, no.
16i.
di samping sekolah yayasan woduri (sebelah barat)t: oyi.
terima kasih.
siap dilaksanakan.
y: makasih, mas.
aku nggak pingin mama aku bolak-balik masuk rs mikirin aku diginiin sama arek ini.
makasih banget mas.
t: iya, tenang saja.
terkait beredarnya selebaran itu, detikhot mencoba mengkonfirmasi kepada yuni melalui pengacaranya, minola sebayang.
ia pun minta pembuktikan kebenaran dari transkrip itu.
"transkrip kan bisa dibuat-buat.
bagaimana bisa membuktikan transkrip itu adalah transkrip sesungguhnya.
lalu penyadapan, berarti ada pelanggaran hukum karena apa kewenangannya bisa menyadap, kan nggak sembarangan," ujar minola.
"buktikanlah kebenaran transkrip itu di pengadilan kalau memang bermanfaat untuk pembelaan raffi," lanjutnya.
detikhot juga berusaha menghubungi nomor telepon polisi yang tercantum dalam selebaran.
dan, ternyata nomor itu benar milik salah satu petinggi polisi.
namun, saat ditanya terkait percakapannya dengan yuni, ia enggan berkomentar.
"itu bukan tugas saya," ucapnya singkat sambil menutup pembicaraan.
sayangnya, sampai saat ini belum bisa dipastikan siapa yang menyebarkan selebaran itu.

(kmb/ich)
Sumber: hot[dot]detik[dot]com