Selasa, 29 Januari 2013

Nonton Sang Kuriang dalam Balutan Musik Klasik




Nonton  Sang Kuriang  dalam Balutan Musik Klasik
Nonton Sang Kuriang dalam Balutan Musik Klasik





membuka lembaran tahun 2013, agenda seni-budaya di jakarta akan diisi dengan kehadiran sebuah pementasan drama musikal. kali ini, paduan suara universitas katolik parahyangan bekerja sama dengan direktur musik avip priatna dan sutradara wawan sofyan akan menggelar pertunjukan 'sang kuriang di teater jakarta, taman ismail marzuki, 1-3 februari.legenda rakyat jawa barat itu yang akan diangkat ke panggung tersebut berdasarkan versi libreto (naskah musikal) karya (alm.) utuy tatang sontani. menggandeng seniman senior sunaryo sebagai penata artistik, 'sang kuriang' diharapkan bisa tampil sebagai interpretasi kontemporer atas kisah tradisional yang memberikan pengalaman yang berbeda bagi penonton.di bagian musik, avip priatna bekerjasama dengan dian hadipranowo sebagai komposer yang akan membalut pertunjukan dengan musik klasik. sedangkan di deretan para penampil antara lain ada sita nursanti, penyanyi yang belakangan kerap tampil di panggung-panggung pementasan drama musikal.adapun dari segi cerita, penonton barangkali sudah tak asing lagi. "sang kuriang adalah legenda masyarakat sunda yang sudah diceritakan sejak dahulu dari generasi ke generasi. mungkin dikenal juga sebagai asal-usul tangkuban parahu di jawa barat," ujar sang sutradara wawan sofyan. "kami bangga dapat menceritakan kembali kisah sang kuriang karya almarhum utuy tatang sontani. bagian akhirnya memang dibuat berbeda dengan kisah yang diceritakan turun termurun, karena almarhum utuy hendak melanjutkan cerita pusaka ini dalam bentuk dan cara penyampaiannya sendiri," tambahnya.menurut avip priatna, drama musikal 'sang kuriang' bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. "kami menceritakan ulang kisah legenda rakyat jawa barat dengan iringan musik klasik, jadi selain mengingatkan masyarakat tentang cerita rakyat indonesia, kami sekaligus ingin menunjukkan bahwa musik klasik bisa dinikmati oleh siapa saja," tuturnya.pertunjukan berdurasi 90 menit yang disponsori oleh djarum apresiasi budaya tersebut dijual dengan harga tiket beragam, dari rp 100 ribu hingga rp 1 juta. selama 3 hari, pertunjukan digelar 2 kali per harinya, yakni setiap pukul 16.00 dan 20.00 wib.
(mmu/mmu)
sumber: lensa-berita.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.