Jumat, 12 September 2014

Kisah Empat Perempuan Menembus Kurungan Waktu




Kisah Empat Perempuan Menembus  Kurungan  Waktu
Kisah Empat Perempuan Menembus Kurungan Waktu





seorang wanita duduk di atas bakul.
suaranya terdengar sayup-sayup seperti merapal mantra.
sesekali ia menggerutu, nampak kesal.
namun kembali bersuara pelan-pelan.
di sisi lain panggung, tiga wanita mengangkat kurungan bambu.
mereka mendorong, membanting, lalu masuk ke dalamnya.
"waktu.
.
.
manusia.
.
.
kala.
waktu.
.
.
manusia.
.
.
karang.
waktu.
.
manusia.
.
sekarang," teriak mereka berulang-ulang.
ketiganya masuk kembali ke kurungan.
tubuh mereka seperti terikat dan tak bisa keluar.
terkungkung erat.
"sampai pada harinya datang.
pria itu datang dalam kegelapan.
aku terlempar dalam kebingungan, terperangkap dalam labirin," ucap wanita yang memanggul bakul kosong.
malam itu, stage corner community mementaskan lakon berjudul 'relief tanpa dinding' di galeri nasional, jakarta pusat.
pertunjukan digelar selama dua hari pada selasa-rabu pekan ini, di luar ruangan.
lakon ini disutradarai oleh dadang badoet dan pimpinan produksi ratu selvi agnesia, menceritakan tentang persoalan waktu atau 'kala', bersama tubuh dan jiwa manusia yang terpecah.
kala adalah linier yang terus berputar, bergerak dan mempunyai dimensi yang berbeda.

kala juga menyoal tubuh yang seolah diperbudak oleh waktu.
"relief dan teks kisah hidup manusia menempel di dinding-dinding waktu dan mudah terhapus oleh ingatan," katanya.
  next »




halaman
12


next »



(tia/mmu)
Sumber: hot[dot]detik[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.