Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 September 2014

Suami Digosipkan Selingkuh, Lee Min Jung Jauhi Media




Suami Digosipkan Selingkuh, Lee Min Jung Jauhi Media
Suami Digosipkan Selingkuh, Lee Min Jung Jauhi Media





kasus pemerasan yang dialami lee byung hun mungkin tidak terlalu berakibat buruk pada sang istri, lee min jung.
namun, kasus ini justru diikuti dengan skandal perselingkuhan suaminya dengan lee ji yeon, model pelaku pemerasan.
lee min jung baru-baru ini kembali dari paris setelah menghabiskan beberapa waktu di sana dan menghadiri pernikahan teman dekat.
mendarat di bandara internasional incheon, ia pun menjauhi awak media.
seperti yang diakui oleh kerabat dekatnya, pikiran pemeran drama 'boys before flower' itu kini tengah kacau.
secara emosi, aktris yang dinikahi byung hun tahun 2013 silam itu pun sedang tidak stabil.
"dia ingin menghindari perhatian dari orang-orang.
sekembalinya dari paris ia ingin menenangkan pikirannya dulu," kata seorang sumber kepada dispatch baru-baru ini.
atas kasus pemerasan ini, lee byung hun sudah melaporkannya ke pihak berwajib dan pelakunya pun telah ditangkap untuk diperiksa polisi.
aktor pemeran drama 'iris' itu juga sudah menuliskan surat permohonan maafnya kepada fans dan publik luas.
sementara itu, gosip perselingkuhan byung hun dengan ji yeon malah mencuat.
model tersebut mengaku menjalin hubungan gelap dengan byung hun selama tiga bulan terakhir sebelum kasus pemerasan terbongkar.



(ron/mmu)
Sumber: hot[dot]detik[dot]com

Sabtu, 30 Maret 2013

Tidak Mau Saling Menjatuhkan, Eyang Subur Memilih Menghindar dari Media




Tidak Mau Saling Menjatuhkan, Eyang Subur Memilih Menghindar dari Media
Tidak Mau Saling Menjatuhkan, Eyang Subur Memilih Menghindar dari Media











perseteruan antara eyang subur dan adi bing slamet cs terus berlanjut.


menurut pengacaranya, eyang subur merasa sangat senang jika adi melaporkannya  ke pihak berwajib agar semuanya bisa jelas dan tuntas, bukan hanya memberi pernyataan di media.

sementara adi bing slamet mengaku siap membuktikan bahwa pria yang dulu diseganinya termasuk pengajar ajaran sesat, merusak rumah tangga orang, dan merugikan banyak orang.

eyang subur, kata pengacaranya, sampai saat ini sengaja tidak menemui media karena tidak ingin membuat opini simpang-siur di masyarakat.
jika ia memberi pernyataan di media, dikhawatirkan saling menjatuhkan.
yang terjadi bukan mencari kebenaran, tapi mencari pembenaran.

"tidak mau saling menjatuhkan nantinya.
kalau adi ini bermain di media mencari pembenaran, bukan kebenaran,"  kata kuasa hukumnya, ramdan alamsyah saat ditemui di kediaman eyang subur, tanjung duren, jakarta barat, jumat (29/3) kemarin.

kata ramdan, pada prinsipnya, eyang subur sangat terbuka pada siapapun saja, termasuk pekerja media.
awalnya, awak media diperbolehkan meliput sampai ke lantai dua di rumah eyang subur, asal tidak mengambil gambar eyang dan keluarganya.

namun ada salah satu media yang mengambil gambar secara sembunyi.
sejak itulah media hanya diperkenankan meliput sampai ke kamar lantai dasar.

"sebetulnya dulu sudah dibolehin sama eyang (di lantai atas), mau ambil foto koleksi beliau, boleh, mau lihat di atas boleh, asal jangan (merekam) eyang dan keluarga eyang.
ternyata diambil (gambar) kan? " ucap ramdan lagi.

(man/yb)

Source from: tabloidbintang[dot]com

Minggu, 24 Maret 2013

10 Tip Tampil Mengesankan di Profile Picture Media Sosial




10 Tip Tampil Mengesankan di Profile Picture Media Sosial
10 Tip Tampil Mengesankan di Profile Picture Media Sosial





apa pun keperluan anda memiliki akun di jejaring sosial, citra baik dan positif tetap harus ditampilkan.
salah satunya dengan memasang profile picture yang oke tidak norak, tidak menimbulkan bahan celaan, bahkan kalau bisa menaikkan nilai diri anda.


laman shape memberi 10 cara untuk memiliki profile picture yang mengesankan banyak orang.
apa saja itu?

Source from: tabloidbintang[dot]com

Rabu, 06 Februari 2013

Luruskan Pemberitaan, Raffi Ahmad Siap Tampil di Depan Media




Luruskan Pemberitaan, Raffi Ahmad Siap Tampil di Depan Media
Luruskan Pemberitaan, Raffi Ahmad Siap Tampil di Depan Media





raffi ahmad masih belum bisa ditemui media hingga kini. namun pengacara raffi, rahmat harahap mengatakan bahwa kliennya itu siap tampil di depan media untuk meluruskan berbagai pemberitaan."siap tampil di depan media nanti, saya yang minta dia untuk ketemu media nanti," paparnya saat berbincang dengan detikhot, rabu (6/2/2013).sebelumnya menurut kepala humas bnn sumirat dwiyanto, raffi masih belum menemui media meski sudah diberi kesempatan. hal itu memang diakui rahmat karena kliennya kini sedang melengkapi pemberkasan."karena mau merampungkan pemberkasan bap dulu," terang rahmat.raffi hingga kini menjadi satu-satunya orang yang menetap di bnn dari 17 orang yang diamankan bnn pada minggu lalu. raffi dinyatakan positif metilon dan kepemilikan beberapa barang bukti narkoba.
(kmb/mmu)
Sumber: hot[dot]detik[dot]com

Selasa, 05 Februari 2013

Raffi Ahmad Masih Ngumpet dari Media




Raffi Ahmad Masih  Ngumpet  dari Media
Raffi Ahmad Masih Ngumpet dari Media





raffi ahmad sudah hampir 10 hari mendekam di tahanan badang narkotika nasional (bnn). sejauh ini, media pun belum bisa menemuinya.kepala humas bnn sumirat dwiyanto mengatakan bahwa raffi sendiri yang meminta agar tak dipertemukan dulu dengan awak media. "raffi masih belum mau ketemu dengan media, dia yang meminta," ungkap sumirat kepada detikhot, selasa (5/2/2013)."dia mau menyelesaikan semuanya dulu, baru akan keluar," tambahnya.raffi diciduk bnn pada minggu (27/1/2013) lalu di kediamannya di kawasan lebak bulus. bersama 17 orang lainnya mereka akhirnya dibawa ke bnn.namun, dari 17 orang tersebut hanya tersisa enam orang yang ditetapkan menjadi tersangka. raffi menjadi satu-satunya tersangka yang tak direhabilitasi dari kasus tersebut.
(fk/mmu)
Sumber: hot[dot]detik[dot]com

Senin, 04 Februari 2013

Raffi Merasa Dijebak, BNN Akan Pertemukan dengan Media




Raffi Merasa Dijebak, BNN Akan Pertemukan dengan Media
Raffi Merasa Dijebak, BNN Akan Pertemukan dengan Media





raffi ahmad menyatakan kepada hengky kurniawan bahwa dirinya punya perasaan telah dijebak oleh salah seorang rekannya. hal itu tampaknya membuat badan narkotika nasional (bnn) cukup terusik. apa yang akan dilakukan bnn?"kami berencana akan menghadirkan raffi ke hadapan wartawan. biar raffi sendiri yang bicara, apa yang sebenarnya terjadi. seperti apa penangkapan itu," ungkap kepala humas bnn sumirat dwiyanto di kantornya, cawang, jakarta timur, senin (2/2/2013).meski begitu, sumirat belum bisa memastikan kapan hal itu bisa dilakukan. "sabar saja, kami akan hadirkan raffi di hadapan kalian semua. ini sedang kami usahakan. tunggu, sabar saja dulu," tuturnya.sebelumnya, setelah menjenguk di bnn hengky kurniawan mengungkapkan bahwa raffi merasa dirinya menjadi korban penjebakan. bahkan, raffi juga mengaku tahu siapa orang yang tega menjebaknya itu."raffi bilang dia sudah tahu siapa orangnya," ucap hengky.namun, raffi tampaknya tak ingin menambah permasalahannya dalam waktu dekat. ia pun akan bersabar terlebih dahulu."kita lihat saja nanti deh kalau itu. yang jelas tadi raffi bilang santai saja semua pasti selesai," terangnya.
(nu2/mmu)
Sumber: hot[dot]detik[dot]com

Jumat, 25 Januari 2013

Di Balik Frekuensi : Kuasa Media dan Pengkhianatan-pengkhianatannya




 Di Balik Frekuensi : Kuasa Media dan Pengkhianatan-pengkhianatannya
Di Balik Frekuensi : Kuasa Media dan Pengkhianatan-pengkhianatannya





masih ingat dengan aksi sensasional hari suwandi, korban lumpur lapindo yang berjalan kaki dari sidoarjo ke jakarta untuk mencari keadilan? masih ingat betapa simpati masyarakat di sepanjang jalan yang dilalui hari, berujung pada antiklimaks ketika yang bersangkutan begitu sampai di jakarta mendadak muncul di layar tv one, nangis-nangis menyesali aksinya dan minta maaf kepada keluarga aburizal bakri?kita tahu, aburizal bakri adalah nama di balik perusahaanp-perusahaan yang menaungi baik pt lapindo maupun tv one. apa yang terjadi di balik perubahan sikap drastis hari yang sebelumnya begitu heroik? bersama dengan kasus pemecatan seorang wartawan metro tv bernama luviana, sutradara film dokumenter ucu agustin menyusun kembali 'perjuangan' hari suwandi, membingkainya dengan konteks, data dan analisis, untuk kemudian mempersembahkannya menjadi sebuah film berjudul 'di balik frekuensi'.di tangan ucu, yang sebelumnya telah melahirkan film-film dokumenter kritis seperti 'konspirasi hening' yang membongkar praktik-praktik tak terpuji di dunia medis, kasus hari (vs bakri dan tv one) dan luviana (vs metro tv dan surya paloh) bisa menjadi pintu masuk untuk menyingkap dampak konglomerasi media di indonesia. dalam hal ini, ucu memang fokus pada televisi, khususnya tv one dan metro tv sebagai statiun tv berita nasional, yang menggunakan frekuensi (milik) publik.film ini menguji, bagaimana reformasi politik di indonesia yang melahirkan kebebasan, berpengaruh pada industri media. dan, bagaimana pada gilirannya media-media yang dimiliki oleh segelintir orang itu kemudian berkembang, membentuk grup-grup dan dikuasai oleh individu-individu yang berambisi politik. akibatnya, tak hanya seperti yang kita lihat bersama, betapa televisi menjadi corong kepentingan pribadi pemiliknya, melainkan ada dampak-dampak sosial lain yang tak terduga.sampai di sini jelas, 'di balik frekuensi' memang sebuah film yang dimaksudkan sebagai 'kampanye' penyadaran publik. "ini memang film for activism," ujar ucu usai pemutaran perdana filmnya di blitz megaplex grand indonesia, jakarta, kamis (24/1/2013) malam. dan, ucu sadar benar bahwa film seperti ini mudah terjatuh ke dalam teriakan-teriakan jargon perlawanan yang kaku dan membosankan. "sebagai film dokumenter berbasis isu, saya berjuang mencari bahasa visual agar nggak garing, memakai apa saja yang bisa dipakai," tuturnya. memakai apa saja yang bisa dipakai, artinya ucu memanfaatkan sumber-sumber yang ada, memadukan antara footage, wawancara, rekonstruksi, grafis, hingga dramatisasi adegan dan narasi, yang diperkuat dengan ilustrasi musik yang pas dan editing yang ciamik. hasilnya, sebuah dokumentasi sepanjang dua jam yang hidup, dinamis, kuat dan mengesankan.momen-momen spektakuler muncul, misalnya ketika ucu berhasil mencegat aburizal bakrie usai deklarasi pencalonan dirinya sebagai presiden, atau ketika luviana dan para pendukungnya akhirnya berhasil ketemu dengan surya paloh. mengalir bergantian, dua "alur cerita" itu kemudian bertemu di satu titik, menghasilkan kontras-kontras dan ironi-ironi yang gamblang dan mencengangkan. membuat kita seperti sedang menyaksikan film petualangan detektif yang mendebarkan, mengaduk emosi.dengan kegigihan dan kejelian seorang peneliti, dan 'kenakalan' seorang aktivis, ucu tak hanya menelusuri ruang-ruang tersembunyi perselingkuhan antara media dan politik. ia juga berhasil membuktikan betapa ambisi-ambisi (politik) pribadi pemilik media mau tak mau mendekte gerak, dan "mendefinisikan kembali" idealisme, para reporter di lapangan. tak kalah menggelitik, bagaimana ketangkasan penyutingan gambar membuat kita geleng-geleng kepala, bagaimana tv one dan metro tv bersaing demi "membela" dan "melindungi" (kepentingan) bos masing-masing lewat pengemasan berita pada isu-isu tertentu. tak pelak, dokumenter ini sebuah langkah berani yang di satu sisi membuka mata dan mencerahkan pemahaman publik, di sisi lain boleh jadi membuat merah telinga para penguasa media massa. dengan jernih dan argumentatif, film ini menelanjangi pengkhianatan-pengkhianatan para cokung yang memanfaatkan frekuensi publik untuk kepentingan politiknya. karya semacam ini mestinya lahir dari para sarjana komunikasi dan akademisi bidang media. bahwa ini ternyata lahir dari seorang filmmaker, masyarakat jadi mendapat keuntungan ganda: tak hanya sebuah karya kreatif yang bagus, tapi juga reportase yang penting dan berharga. tak ada kata lain kecuali terima kasih kepada ucu agustin. setelah peluncurannya di blitz yang hanya bisa disaksikan secara terbatas, film ini akan berkeliling ke berbagai kota, menyambangi kampus-kampus dan komunitas-komunitas. tunggu saja.
(mmu/mmu)
sumber: hot.detik.com